Tantangan Muslim/Muslimah Dalam
Menghadapi Era Globalisasi
by: Dyastri Intan Pratiwi Prayoga
Assalamu’alaikum wr.wb.
Kepada Ibu Guru bidang studi Bahasa Indonesia yang saya hormati dan para hadirin yang saya cintai.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang memperkenankan kita untuk dapat berkumpul pada hari ini. Dan juga tak lupa kepada Nabi kita Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Amin.
Pada hari ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema tantangan umat muslim dalam menghadapi era globalisasi.
Globalisasi. Satu kata yang sebenarnya sederhana. Tetapi dalam kehidupan nyata tidak semudah yang kita bayangkan. Karena era globalisasi adalah masa-masa dimana semua orang, tidak terbatas ruang dan waktu, dapat bersosialisasi, belajar, bekerja atau bahkan bertemu(yang tentu saja tidak secara langsung).
Seperti yang kita tahu, dalam era globalisasi semua berubah. Dan sayangnya beberapa hal biasa terjadi dalam globalisasi tidak sesuai/bertentangan dengan syari’at agama islam. Contohnya gaya hidup. Dalam era globalisasi banyak orang menganut gaya hidup kebarat-baratan, seperti sering meminum alkohol, membiasakan minum berdiri, sering berfoya-foya, cara berpakaian yang sangat minim, motto hidup bersenang-senang, dan lain sebagainya. Nah dari sekian banyak contoh yang saya sebutkan, yang ingin saya bahas kali ini adalah bagaimana cara umat muslim menyikapi hal tersebut.
Sebagai umat muslim kita tentu diwajibkan untuk hidup secara baik dan sesuai dengan syari’at islam. Dan karena itu kita harus dapat memfilter hal-hal yang berdampak negatif dan positif. Tinggalkan larangannya dan lakukan perintahnya, kata Rasul. Dan oleh sebab itu sebagai umat muslim zaman sekarang kita harus pintar-pintar memfilter hal-hal tersebut. Karena dalam kenyataanya banyak hal yang terlihat baik tetapi pada dasarnya hal tersebut dapat berakibat buruk kepada pemakainya. Contohnya internet. Dalam penggunannya, sesungguhnya internet dapat sangat bermanfaat bagi semua orang. Namun jika kita tidak memakainya secara baik dan benar, kita bisa terjerumus dalam keasyikan bermain internet.
Dan oleh sebab itu, lakukanlah semua hal berdasarkan ketentuan-ketentuan islam. Karena sesungguhnya semua ketentuan-ketentuan islam itu tidak akan merugikan karena pasti bersifat jujur, adil, umum, dan bermanfaat dunia akhirat.
Cukup sekian pidato dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Bila ada salah-salah kata yang tidak berkenan di hati saudara, mohon maaf. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Wassalamu’alaikum.wr.wb
Dyastri Intan Pratiwi
Jum’at, 23 April 2010